Canggih Tak Meninggalkan Tradisi

Acara Doa  sebelum masuk kremasi

OLEH ANTON SUMARJANA

Proses kremasi di Krematorium Oasis itu canggih. Namun tradisi dalam upacara keagamaan tak ditinggalkan.

MASUK KE OVEN

Peti jenazah akan masuk ke oven untuk dikremasi/dibakar. Pintu akan terbuka dan peti jenazah didorong masuk oleh pendorong hidrolik. Keluarga menyaksikan sesaat sebelum peti jenazah itu didorong maju. Lalu mereka bersujud, dan ketika mereka kembali tegak peti jenazah sudah berada di dalam oven pembakaran. Foto: Anton Sumarjana/Thetungkem.com

Proses kremasi dan jalannya tradisi itu seperti ini.

Jenazah turun dari ambulan, diterima holder yang disorongkan petugas. Naik turun secara hidrolik.

Juga saat jenazah dan petinya dinaikkan ke holder lain di depan pintu oven.

Oven di Krematorium Oasis itu hebat. Langsung didatangkan dari Inggris. Tehnisi ikut ke sini untuk menginstal oven dengan segala perangkatnya ini.

Petugas menekan tombol warna hijau. Pintu akan terbuka. Peti didorong masuk juga secara hidrolik.

Pintu tertutup, panas 1000 cc langsung mengabukannya dalam waktu dua jam saja.

Tradisi melepas merpati

MELEPAS MERPATI

Tokong atau pengarah upacara memberi petunjuk kepada keluarga untuk melakukan upacara melepas dua ekor burung merpati. Upacara ini bermakna simbolis, sebagai wujud keiklasan keluarga melepas kepergian almarhum ke alam keabadian. Foto: Anton Sumarjana/Thetungkem.com

Lalu upacara keagamaan untuk menghantar almarhum/ah berlanjut. Tokong mengarahkan keluarga untuk melepas dua ekor merpati.

Selanjutnya upacara pembakaran bekal ke alam sana. Ibarat mau bepergian jauh bekal harus cukup, supaya perjalanan lancar hingga sampai di tujuan.

Doa pembakaran rumah-rumahan

PEMBAKARAN RUMAH-RUMAHAN

Pergi ke alam keabadian ibarat melakukan perjalanan jauh, perlu waktu lama dan bekal perjalanan yang cukup. Rumah-rumahan dan segala perlengkapan diikutkan dalam menghantar kepergian almarhum. Foto: Anton Sumarjana/Thetungkem.com

Ini tradisi dalam agama Buddha pada saaat upacara kematian. Dan Krematorium Oasis Lestari yang berlokasi di Jl Gatot Subroto Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang sangat memperhatikan dan memfasilitasi keluarga-keluarga yang masih menjunjung tradisi ini.

SUDUT OASIS LESTARI

Salah satu sudut Oasis Lestari pada pagi hari, dimana para karyawan sedang membersihkan jalan dan taman. Di belakang adalah rumah duka Oasis, tampak seperti bahtera. Foto: Anton Sumarjana/Thetungkem.com

Selain melayani kremasi, Oasis Lestari juga menyediakan ruang persemayaman dan penyimpanan abu jenazah.

Ada Mortuarium/Rumah Duka Oasis dengan enam ruang persemayaman yang sangat representatif.

Tipe standar terdiri dari dua ruangan, yaitu Ruang Kemuning dan Kenanga. Sedangkan tipe premium ada empat ruangan, yaitu Ruang Cempaka, Mawar, Melati, dan Anggrek.

Kolumbarium terdiri dari 2500 kotak abu yang saat ini tersisa belasan saja. Kotak abu yang baru segera menyusul dalam proses pembangunan.

Juga ada memorial wall dimana nama-nama almarhum bisa diabadikan.

Penulis: Anton Sumarjana/TT.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *